Menurut Kantor Berita ABNA, Menlu Iran di akun Twitternya Selasa malam menulis, "Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menyampaikan standar ganda dengan mengatakan negaranya akan meningkatkan persenjataan nuklirnya, tapi pada saat yang sama menyatakan keprihatinan terhadap pembuatan senjata nuklir oleh Iran.".
"Tidak seperti Inggris dan sekutunya, Iran percaya bahwa senjata nuklir dan semua senjata pemusnah massal adalah tindakan biadab dan harus dibasmi," kata Zarif.
Pemerintah Inggris hari Selasa mengumumkan pihaknya bermaksud untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya.
Inggris saat ini memiliki sekitar 195 hulu ledak nuklir dan berencana untuk memperluas persenjataan nuklirnya. Padahal sebelumnya negara ini berkomitmen untuk mengurangi total cadangan senjata nuklirnya menjadi sekitar 180 hulu ledak dalam Tinjauan Pertahanan Strategis 2015.(PH)
342/